Upgrading Kompetensi ASN Bappeda Kota Pariaman

Pariaman, Bappeda Kota Pariaman – Pemanfaatan website dikalangan Aparatur Negara Sipil (ASN) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pariaman belum maksimal. Baik dalam pengisian laporan, berita, maupun kegiatan yang diadakan Bappeda Kota Pariaman.

Demikian diungkapkan Sekretaris Bappeda Kota Pariaman, Hidayat, Rabu (7/3/2018), di ruangan pertemuan Bappeda Kota Pariaman ketika membuka Pelatihan Jurnalistik yang diikuti ASN Bappeda Kota Pariaman. Tampil sebagai pemateri Pemimpin Redaksi Sitinjausumbar.com Armaidi Tanjung dan Konsultan IT, Budi Sunaryo.

Menurut Hidayat, pelatihan jurnalistik dimaksudkan agar ASN Bappeda Kota Pariaman bisa lebih maksimal memanfaatkan website Bappeda yang sudah ada sejak tahun 2017 lalu. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi ASN untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis di website Bappeda. Website tersebut merupakan media yang lebih praktis menyampaikan berbagai kegiatan, kebijakan dan informasi lainnya kepada masyarakat,” kata Hidayat menambahkan.

Pemateri Armaidi Tanjung menyebutkan, banyak alasan orang menulis untuk media massa. Masing-masing orang memiliki alasan sendiri melakukan aktifitas menulis. Setidaknya ada 20 alasan seseorang menulis. Diantaranya, ada ayat Alqur’an yang memerintah  menulis, mengabadikan ide/gagasan, ingin hidup seribu tahun, menghilangkan kepikunan, dapat menghasilkan uang, membuat sejarah, mewariskan budaya, menghilangkan kepikunan dan sebagainya.

Sedangkan terkait dengan berita, kata Armaidi, seseorang yang menulis berita harus berpedoman pada konsep berita 5 W dan 1 H.  Yakni, what (apa yang terjadi),  who (siapa yang terlibat dalam kejadian itu), where (di mana terjadi), when (kapan peristiwa terjadi), why (kenapa terjadi), dan how (bagaimana peristiwa itu terjadi.

“Sedangkan bahasa yang digunakan dalam jurnalistik memang berbeda dengan bahasa keseharian. Bahasa jurnalistik memiliki  sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar dan jelas. Selain itu, tetap berpedoman kepada ejaan Bahasa Indonesia yang standar,” kata Armaidi yang baru lulus sebagai wartawan utama ini.

Usai pelatihan, langsung dilakukan bedah berita yang sudah ditampilkan di website Bappeda Kota Pariaman. Dua berita yang sudah dimuat di website tersebut dibedah dan dikoreksi ulang Armaidi. Sehingga peserta merasa puas dan semakin memahami bagaimana menulis berita yang benar.

Kabid Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Pariaman Leni Rahman menyatakan, pelatihan dapat memotivasi ASN untuk lebih memaksimal website. Dari pelatihan yang diberikan, memang diakui masih banyak yang perlu diperbaik dan ditingkatkan dalam pengelolaan website.

“Apalagi website ini sudah mendapat tantangan dari Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat lounching website Bappeda Kota Pariaman akhir Desember 2016. Saat itu, diprediksi website yang dikelola Bappeda ini hanya bisa aktif tiga bulan saja. Sama seperti website lain yang dikelola lembaga pemerintahan (OPD) di Kota Pariaman, hingga kini tak aktif,” kata Leni.

Menurut Leni, website Bappeda Kota Pariaman nantinya tidak hanya berita seputar Bappeda saja. Namun data, informasi, dokumen perencanaan  dan kebijakan Bappeda Kota Pariaman dapat tersaji di website tersebut, ujar Leni. (02)

Sumber berita: Sitinjau Sumbar.

You may also like...

3 Responses

  1. Yuzirwan Yakub says:

    Thats great….

  2. Lia says:

    Like this….

  3. Rifda Marma says:

    menambah pengetahuan tentang jurnalistik,😉 semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *