“ COACHING CLINIC “ PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM RP2KPKP

Dalam rangka pencapaian target Universal Acces khususnya untuk penuntasan 0 % kawasan kumuh di Kota Pariaman, Pokja PKP Kota Pariaman bersama dengan Tim Leader KMW Oversight Consultant 1 Program KOTAKU Sumbar melaksanakan kegiatan Coaching Clinic 1 – 5 bagi Pokja PKP Tingkat Kota Pariaman untuk penyusunan Memorandum Program Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) selama 3 (tiga) hari mulai dari tanggal 8 s/d 10 September 2017 yang bertempat di Hotel Safari Inn Kota Pariaman.

Coaching Clinic bagi anggota Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Pariaman ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan perencanaan penanganan kumuh di tingkat kota yang tersusun dalam Memorandum Program RP2KPKP. Coaching clinic ini dilakukan kepada aparat pemda dan kelompok peduli yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kota Pariaman.

Kepala Bappeda Kota Pariaman Fadli, SH, M.Hum dalam membuka kegiatan dan penyampaian sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini juga untuk memaksimalkan peran dan fungsi Pokja PKP Kota Pariaman dalam pelaksanaan kegiatan penuntasan kawasan kumuh. Pokja PKP Kota Pariaman duduk bersama dengan OPD terkait untuk memastikan usulan program dan kegiatan penanganan perumahan dan permukiman kumuh yang disepakati dalam RKPD Kota Pariaman mendapatkan dukungan pendanaan dalam proses penganggaran.

Kegiatan memorandum ini dilatarbelakangi dengan beberapa hal seperti: belum munculnya memorandum program yang komprehensif dalam dokumen RP2KPKP yang telah disusun, Clustering perencanaan kawasan belum memberikan acuan pada kegiatan infrastruktur skala kawasan/kota dan skenario penanganan kumuh perkotaan belum menguraikan roadmap pengurangan kumuh.

Adapun tahapan penyusunan memorandum program RP2KPKP dimaksud meliputi: persiapan data-data, mempelajari fenomena kekumuhan kota, memahami kebijakan kota, menyepakati kawasan permukiman kumuh serta deliniasinya, merumuskan konsep pengembangan kumuh, merumuskan kebutuhan penangangan kawasan permukiman kumuh, merumuskan skenario penanganan dan pentahapan untuk 5 tahun dari setiap kawasan termasuk penentuan prioritas kawasan permukiman kumuh, perumusan aksi dan memorandum program serta penyusunan desain teknis kawasan.

Kegiatan penyusunan memorandum program ini dilakukan dengan sistem diskusi interaktif  dan diharapkan dapat lebih menggerakkan  sistem yang terpadu  untuk penanganan kumuh yang mengedepankan partisipasi masyarakat dalam mendukung pencapaian target 100-0-100 di Kota Pariaman.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *